Lombok, 22 Mei 2026, Dalam upaya mengintegrasikan pemahaman teoretis dengan aplikasi praktis di lapangan, mahasiswa Program Studi Ilmu Lingkungan, FMIPA, Universitas Mataram melaksanakan kegiatan Praktikum Lapangan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Lingkungan (K3L) di PLTMGU Lombok Peaker. Kegiatan ilmiah yang berlangsung pada Jumat, 22 Mei 2026 ini diikuti oleh mahasiswa Kelas B dengan pendampingan Dosen Pengampu, Lalu Muhammad Aby Dujana, M.Si. Rangkaian kegiatan diawali dengan sesi registrasi dan safety briefing oleh petugas keselamatan pembangkit, yang memberikan penjelasan mengenai potensi bahaya, jalur evakuasi, titik kumpul darurat, serta aturan keselamatan yang wajib dipatuhi selama praktikum berlangsung.

Fokus utama dari praktikum lapangan ini adalah melakukan observasi langsung terhadap berbagai potensi bahaya di sebelas area operasional vital PLTMGU Lombok Peaker, yang mencakup Exhaust Stack, Tank Yard, WWTP, Area Generator, STG, TPS Limbah B3, Engine Hall, hingga fasilitas proteksi kebakaran. Selama observasi, mahasiswa berhasil mengidentifikasi ancaman bahaya fisik berupa kebisingan ekstrem di Engine Hall dan STG yang berpotensi memicu gangguan pendengaran permanen, serta paparan suhu tinggi pada pipa uap dan selubung mesin yang berisiko menyebabkan luka bakar serius. Selain itu, potensi bahaya kimia terdeteksi melalui uap hidrokarbon yang mudah terbakar di area Tank Yard, serta potensi paparan gas beracun seperti H2S dan NH3 di TPS Limbah B3 dan WWTP. Mahasiswa juga menyoroti bahaya mekanik dari perputaran peralatan mesin serta bahaya kelistrikan tegangan tinggi di area generator yang membawa risiko fatal akibat sengatan listrik dan arc flash.

Berdasarkan data observasi tersebut, mahasiswa kemudian melakukan analisis risiko mendalam dengan mengukur tingkat probabilitas dan keparahan dampaknya bagi keselamatan kerja. Hasil analisis menunjukkan bahwa risiko dengan tingkat fatalitas tertinggi bersumber dari potensi kebakaran dan ledakan di area Tank Yard dan Fuel Gas Skid yang dapat melumpuhkan total operasional pembangkit, disusul oleh ancaman sengatan listrik bertegangan tinggi di area Generator. Sementara itu, risiko berat lainnya meliputi potensi luka bakar akibat kontak fisik dengan permukaan panas, semburan uap bertekanan tinggi, serta gangguan pendengaran akibat kebisingan industri. Mahasiswa juga memetakan risiko kategori sedang hingga ringan, seperti bahaya iritasi kulit dan mata akibat paparan limbah B3, serta risiko pekerja terpeleset atau jatuh yang memerlukan intervensi pengendalian administratif dan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) secara tepat.

Kunjungan lapangan ini memberikan gambaran nyata bagi mahasiswa mengenai implementasi sistem pengendalian risiko yang terstruktur dan berlapis di PLTMGU Lombok Peaker. Langkah tersebut diperkuat oleh kendali administratif berupa SOP, prosedur LOTO, simulasi evakuasi, serta kewajiban penggunaan APD lengkap. Melalui pengalaman langsung di industri energi ini, mahasiswa Ilmu Lingkungan Unram berhasil mengasah kemampuan analisis risiko dan keterampilan teknis lapangan untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan produktif.