MATARAM – Program Studi Statistika FMIPA Universitas Mataram berkolaborasi dengan Program Studi Hubungan Internasional FHISIP Universitas Mataram serta Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ) melanjutkan penelitian mengenai migrasi di Nusa Tenggara Barat (NTB) melalui kajian dinamika pemangku kepentingan dalam migration landscape. Kegiatan tahap kedua penelitian bertajuk “The Migration Landscape: Stakeholders Dynamics and the Spectrum of Non-Procedural Pathways in Nusa Tenggara Barat” tersebut dilaksanakan pada Jumat, 14 Agustus 2026 di Hotel Aston Inn, Mataram. Penelitian yang diketuai oleh Dina Eka Putri, S.Si., M.Si. ini bertujuan memahami peran, interaksi, serta faktor yang memengaruhi pengambilan keputusan migrasi, khususnya melalui jalur non-prosedural.
Perluasan kajian dilakukan dari penelitian sebelumnya yang berfokus di Kabupaten Lombok Barat menjadi lima kabupaten, yaitu Lombok Barat, Lombok Timur, Lombok Tengah, Sumbawa Barat, dan Bima. Arah penelitian dibahas melalui diseminasi temuan awal dan workshop teknis pengumpulan data bertema “Exploring the Drivers of Non-Procedural Overseas Migration Among Communities in West Nusa Tenggara”. Kegiatan ini mempertemukan akademisi, tim analisis, serta berbagai pemangku kepentingan yang memiliki pengalaman dan keterkaitan dengan isu migrasi, di antaranya BP3MI NTB, Dinas Tenaga Kerja Provinsi NTB, Migrant CARE NTB, Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) NTB, dan Rumah Perempuan Migran (RPM). “Perluasan wilayah penelitian diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih beragam mengenai pola, faktor, dan dinamika pengambilan keputusan migrasi di berbagai wilayah NTB,” ungkap tim penelitian.
Melalui penelitian lanjutan ini, tim peneliti diharapkan memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai faktor pendorong migrasi non-prosedural serta posisi, peran, dan hubungan antaraktor dalam migration landscape NTB. Temuan penelitian selanjutnya diharapkan dapat memberikan masukan bagi penguatan edukasi masyarakat, perlindungan pekerja migran, serta pengembangan kebijakan dan strategi migrasi yang lebih aman dan prosedural. Kolaborasi lintas disiplin antara Statistika, Hubungan Internasional, GIZ, dan para pemangku kepentingan menjadi bagian penting dalam membangun kajian berbasis data yang mampu menangkap kompleksitas persoalan migrasi di NTB.


