LOMBOK TIMUR – Universitas Mataram (Unram) menghadirkan program “Profesor Berdampak: Dari Kampus untuk Pesantren” di Pondok Pesantren Thohir Yasin, Lendang Nangka, Lombok Timur, Kamis, 20 Agustus 2026. Kegiatan ini mempertemukan profesor, dosen muda, dan mahasiswa Unram dengan santri serta masyarakat untuk berbagi pengetahuan, inovasi, dan gagasan pemberdayaan sesuai dengan potensi dan kebutuhan masyarakat. Program tersebut menjadi wujud kontribusi perguruan tinggi dalam mendekatkan kepakaran akademik kepada masyarakat sekaligus mendorong pemanfaatan ilmu pengetahuan untuk meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan.
Kegiatan menghadirkan empat materi yang mencakup berbagai aspek pemberdayaan. Prof. Erin Ryantin Gunawan, M.Si., Ph.D. membahas “Inovasi Minyak Nabati dan Produk Turunannya untuk Kemandirian Ekonomi Santri dan Pencapaian SDGs”, sementara Prof. Ir. Zainuri, PGDip., M.App.Sc., Ph.D. menyampaikan materi “Penciptaan Nilai Tambah Hasil Pertanian”. Selanjutnya, Prof. Dr. Nasmi Herlina Sari, S.T., M.T. memperkenalkan “Teknologi Komposit Sederhana untuk Pembuatan Papan Partisi Berbasis Serat Alam”, sedangkan dr. Ima Arum Lestarini, Sp.PK., M.Si.Med. memberikan edukasi mengenai “Pola Hidup Bersih dan Sehat”. Dosen muda dan mahasiswa turut terlibat dalam pendampingan serta pelaksanaan kegiatan. Antusiasme santri dan masyarakat terlihat dalam sesi diskusi dan tanya jawab yang menjadi ruang interaksi langsung dengan para profesor. “Kami ingin ilmu pengetahuan dan kepakaran dari kampus dapat hadir lebih dekat dengan masyarakat dan memberikan manfaat yang sesuai dengan kebutuhan mereka,” ungkap salah satu tim pelaksana.
Melalui program “Profesor Berdampak: Dari Kampus untuk Pesantren”, Unram menunjukkan peran perguruan tinggi tidak hanya sebagai pusat pendidikan dan penelitian, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam menghadirkan solusi dan inovasi. Kegiatan ini diharapkan dapat membuka peluang pengembangan kewirausahaan santri, meningkatkan nilai tambah potensi pertanian dan sumber daya lokal, memperkenalkan teknologi sederhana yang aplikatif, serta memperkuat kesadaran hidup sehat di lingkungan pesantren. Sinergi antara profesor, dosen muda, mahasiswa, santri, dan masyarakat diharapkan terus berkembang menjadi kolaborasi berkelanjutan yang mampu menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat.


