Padukan Green Environment dan Science 

Dosen Prodi Kimia Kembangkan Gakoshi

Industri gerabah di Desa Banyumulek Kabupaten Lombok Barat yang telah berlangsung puluhan tahun kini lebih semarak dengan kehadiran Gakoshi. Gakoshi adalah singkatan dari Gerabah Berteknologi Nanokomposit /Gerabah Kotoran Sapi. Pengembangan Gakoshi dilakukan lebih dari setaun yang lalu. Ide awal pembuatan gerabah ini adalah banyaknya limbah padat peternakan sapi yang tidak diolah di Provinsi NTB yang terkenal dengan Bumi Sejuta Sapi (BSS). Sapi adalah komoditas ternak strategis dengan jumlah yang sangat besar. Ada lebih dari 2000 ton/hari limbah kotoran sapi tersedia sebagai bahan baku. Dengan memadukan konsep green enviroment dan science akhirnya terciptalah ide untuk mengolah hasil fermentasi kotoran sapi menjadi bahan campuran gerabah melalui teknologi nanokomposit.

Berdasarkan konsep teknologi nanokomposit, komposisi penyusun bahan material terdiri dari host material (matriks) dan  filler (pengisi). Host material akan diperkuat dengan penambahan filler. Dalam proses pembuatan gerabah di Desa Banyumulek, host material adalah berupa tanah liat/lempung sedangkan filler pengisinya adalah pasir. Filler pengisi inilah yang diganti dengan penggunaan limbah hasil fermentasi limbah padat peternakan sapi. Limbah padat peternakan sapi mengandung selulosa dan hemiselulosa yang dapat memperkuat struktur tanah berlempung. Selain itu terdapat kandungan silikat sebanyak 9,6%, kandungan silikat ini dapat meningkatkan plastisitas tanah berlempung, sehingga gerabah yang dibuat semakin mudah dibentuk.

Penggunaan limbah padat peternakan sapi dapat mengurangi penggunaan pasir sebagai bahan campuran gerabah yang semakin mahal dan sulit didapat.

Teknologi nanokomposit  limbah padat peternakan sapi dalam industri gerabah Banyumulek

pertama kali dikembangkan oleh Bu Rini sapaan akrab dari Saprini Hamdiani, salah satu Dosen Prodi Kimia Fakultas MIPA UNRAM.   Bersama tim yang terdiri dari bapak/ibu dosen dari berbagai disiplin ilmu seperti : Dr.Saprizal Hadisaputra, M.Sc. (Kimia Komputasi-Nanomaterial-FKIP), Suthami Ariessaputra, ST, MT (Teknik elektro), dan Siti Raudhatul Kamali, M.Sc.(Kimia Lingkungan-FMIPA) pengembangan dan promosi produk terus dikembangkan. Inisiasi kegiatan sepenuhnya didukung oleh kegiatan IPTEKDALIPI tahun 2016 dan pengembangannya di dukung oleh Kemristekdikti melalui skim pengabdian Ipteks Bagi Masyarakat (IbM) tahun 2017.

Tim dibantu dengan beberapa orang mahasiswa prodi kimia FMIPA Unram turun langsung ke lapangan untuk memberikan pelatihan teknis pengolahan limbah padat peternakan sapi kepada pengrajin gerabah. Pada awalnya pengrajin merasa jijik dengan ide yang ditawarkan. Namun dengan usaha dan kerja keras untuk meyakinkan bahwa yang digunakan adalah hasil fermentasi yang sudah tidak berbau dan aman, pengrajin mulai tertarik. Hasil uji coba menunjukkan gerabah yang dihasilkan lebih ringan dan kuat. Bobot gerabah bisa berkurang sampai 20%. Pengembangan design dan kemasan produk terus dilakukan.  Kini, produk Gakoshi mulai ditawarkan, untuk souvenir dibandrol dengan harga 5-25rb tergantung kerumitan design. Kami mulai menerima pesanan untuk souvenir acara pernikahan. Produk ini dipamerkan pertama kali di showroom Koperasi Geopark Rinjani dan kini telah tersedia di Desa Wisata Sade Lombok Tengah (Kios Souvenir Bapak Nawi). Kemasan yang menarik serta bahan yang unik menjadi daya tarik Gakoshi. Kedepannya tim Gakoshi dan pengrajin sedang memperluas area pemasaran sehingga Ikon Baru Gerabah Banyumulek ini akan populer bukan hanya di dalam negeri namun juga ke mancanegara.

Bagi mahasiswa yang tertarik untuk mengetahui dan mengembangkan jiwa wirausaha dapat bergabung dengan tim Gakoshi.