MATARAM – Sebanyak 12 mahasiswa Program Studi Fisika FMIPA Universitas Mataram berhasil menyelesaikan program Kerja Praktik (KP) di RSUP Mataram yang berlangsung pada 1 Juli–15 Agustus 2026. Kegiatan ini menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan teori Fisika Medis secara langsung dalam lingkungan pelayanan kesehatan klinis. Untuk memperluas pengalaman praktik, peserta dibagi ke dalam dua unit, yakni tujuh mahasiswa di Instalasi Radioterapi dan lima mahasiswa di Instalasi Radiologi. Kelompok mahasiswa di Instalasi Radioterapi terdiri dari dari Naswa Aisya Fitri, Ainun, Lalu Yudha Fratama Putra, I Kadek Astawa, Dwi Bayu Lestari, Zaskia Novita Rizki, serta Rohzatu Juliani. Sedangkan kelompok Instalasi Radiologi beranggotakan Reva Novalisti, Hilni Apriliani, Mahfida Ayu Liakasta, Nurhaliza, dan Inang Putri Fara.
Selama menjalani KP, mahasiswa memperoleh pengalaman langsung mengenai penerapan teknologi radiasi dalam pelayanan pasien dengan pendampingan radiografer dan fisikawan medis. Di Instalasi Radioterapi, mahasiswa mempelajari alur pemeriksaan menggunakan CT Simulator, pelayanan pasien brachyterapi, serta proses penyinaran radiasi eksternal menggunakan Linear Accelerator (LINAC). Mereka juga mendapatkan pengalaman dalam pembuatan masker termoplastik untuk membantu mempertahankan posisi pasien selama penyinaran, pemasangan residual marker untuk mendukung perhitungan dosis, serta penggunaan Treatment Planning System (TPS) dalam perencanaan dan distribusi dosis radiasi untuk pasien kanker. “Lingkungan kerjanya sangat nyaman dan ramah. Para radiografer dan fisikawan medis juga sangat terbuka dalam membimbing dan menjelaskan tugas-tugas di lapangan secara detail,” ujar Naswa Aisya Fitri, salah satu peserta KP.
Pelaksanaan KP ini turut didukung oleh Dr. Nurul Qomariah, M.Si. selaku Dosen Pembimbing dari Unram dan , serta Rinarto Subroto, S.Si dan Novi Setyawati Pertiwi, S.ST selaku Pembimbing Lapangan dari RSUP Mataram. Melalui pengalaman praktik selama lebih dari satu bulan tersebut, mahasiswa tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai penggunaan teknologi medis dan penerapan konsep Fisika Medis, tetapi juga belajar beradaptasi dengan lingkungan kerja profesional serta memahami peran fisikawan medis dalam pelayanan kesehatan. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat kompetensi mahasiswa sebagai calon tenaga profesional Fisika Medis yang mampu menerapkan pengetahuan akademik secara aman, tepat, dan bertanggung jawab di dunia kesehatan.





