Organisasi dan Kegiatan Mahasiswa

Organisasi kemahasiswaan

I.  STRUKTUR ORGANISASI KEMAHASISWAAN

Organisasi kemahasiswaan Fakultas MIPA UNRAM merupakan wahana pengembangan diri, kreativitas, dan kemandirian mahasiswa dalam bidang penalaran dan keilman, minat dan bakat, kesejahteraan, dan pengabdian kepada masyarakat. Struktur organisasi dan tugas pokok dan fungsi masing-masing komponen organisasi kemahasiswaan di Fakultas MIPA UNRAM mengacu pada Peraturan Rektor UNRAM Nomor 02 Tahun 1015 Tentang Pedoman Organisasi  Kemahasiswaan Universitas Mataram.

Unsur organisasi kemahasiswaan di Fakultas MIPA UNRAM terdiri atas:

1.    Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Fakultas MIPA UNRAM

Dewan Perwakilan Mahasiswa Fakultas adalah organisasi kehamasiswaan sebagai lembaga legislatif tertinggi, dalam hal ini di Fakultas MIPA Universitas Mataram;

2.    Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM)Fakultas MIPA UNRAM

Badan Eksekutif Mahasi         swa adalah organisasi kehamasiswaan sebagai lembaga eksekutif tertinggi, dalam hal ini di Fakultas MIPA Universitas Mataram

3.    Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS ) Fakultas MIPA UNRAM

Himpunan Mahasiswa Program Studi adalah organisasi kehamasiswaan sebagai lembaga eksekutif di tingkat program studi, dalam hal ini di Fakultas MIPA Universitas Mataram terdiri atas HMPS Biologi, HMPS Kimia, HMPS Fisika dan HMPS Matematika

4.    Kelompok Minat dan Bakat Mahasiswa Fakultas (KMBMF) 

Kelompok Minat dan Bakat Mahasiswa  Fakultas adalah unit organisasi pelaksana kegiatan di bidang, minat dan bakat yang berhubungan dengan seni, olah raga, dan sains, yang bertanggungjawab kepada BEMF. KMBMF, dalam hal ini di Fakultas MIPA Unram pada tahun 2016 hanya terdapat satu KMBMF yang aktif, yaitu SKI Attafakur.

5.    Kelompok Studi Mahasiswa Program Studi (KSMPS) 

Kelompok Studi Mahasiswa Program Studi adalah unit organisasi pelaksana kegiatan di bidang penalaran, minat dan bakat yang berhubungan dengan bidang studi, yang bertanggungjawab kepada Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS). Di Fakultas MIPA UNRAM pada tahun 2016 baru  HMPS Biologi yang memiliki KSMPS, yaitu Kelompok Studi Kelautan dan Kelompok Studi Pengamatan Burung.

organisasi-kemahasiswaan

II. DEWAN PERWAKILAN MAHASISWA FAKULTAS

A.  Prosedur Pembentukan Organisasi DPMF

1.    Anggota DPMF dipilih secara langsung oleh ketua program studi di lingkungan Fakultas MIPA UNRAM;

2.    Anggota DPMF terpilih mengadakan sidang umum untuk memilih ketua dan sekretaris;

3.    Paket Ketua dan sekretaris dipilih dari dan oleh anggota

4.   Ketua terpilih dan anggota menyusun kepengurusan DPMF dengan struktur sesuai kebutuhan;

5.   Ketua DPMF mengajukan susunan kepengurusan DPMF kepada dekan

6.   Kepengurusan sebagaimana dimaksud pada point 5 ditetapkan dengan Keputusan dekan;

7.   Dekan melantik Kepengurusan  DPMF.

C. Tugas Fungsi

1.    Menyetujui dan mengesahkan Garis-garis Besar Program Kegiatan (GBPK) yang diajukan oleh BEMF;

2.   Mengawasi dan menilai pelaksanaan program kerja BEMF;

3.   Melaksanakan pemilihan Ketua BEMF;

4.   Menampung dan menyalurkan aspirasi mahasiswa;

5.   Merancang dan membuat peraturan mahasiswa ditingkat fakultas;

6.    Melakukan pengawasan pelaksanaan kegiatan BEMF;

7.   Meminta pertanggunjawaban BEMF.

D. Hak, Kewajiban, dan Tanggung Jawab

1.   Berkoordinasi dengan DPMU dalam menjalankan tugas dan fungsinya;

2.   Memperoleh anggaran untuk pelaksanaan kegiatan DPMF;

3.   Mntaati peraturan perundang-undangan dan kode etik mahasiswa yang berlaku;

4.   Melaksanakan tugas pokok dan fungsinya sesuai dengan peraturan organisasi yang berlaku;

5.   DPMF secara kelembagaan dalam melaksanakan tugasnya bertanggung jawab kepada dekan;

6.   DPMF secara fungsional bertanggung jawab kepada mahasiswa  di lingkungan fakultas.

E. Masa Bakti, Pemberhentian dan Penggantian

1.   Dalam keadaan tertentu untuk kepentingan lembaga, ketua DPMF dapat melakukan penggantian pengurus antar waktu (PAW);

2.   Dekan menetapkan penggantian pengurus DPMF antar waktu dengan menerbitkan suatu surat keputusan;

3.   Dekan memberhentikan dan menetapkan penggantian pengurus DPMF dan pengurus antar waktu dengan surat keputusan dekan;

4.   Ketentuan lebih lanjut tentang DPMF diatur dalam peraturan tingkat fakultas.

 

III.  BADAN EKSEKUTIF MAHASISWA FAKULTAS

A. Kedudukan dan Struktur Organisasi

1.    BEMF berkedudukan di fakultas;

2.    BEMF berkedudukan sebagai badan eksekutif yang merupakan wadah kegiatan kemahasiswaan di bidang ekstrakurikuler.

 

B. Prosedur Pembentukan Organisasi

1.   Ketua BEMF dipilih secara alngsung oleh mahasiswa melalui proses pemilihan di tingkat fakultas;

2.   Ketua BEMF terpilih menyusun struktur kepengurusan BEMF paling lambat 14 hari (empat belas) hari setelah terpilih;

3.   Ketua BEMF mengajukan susunan pengurus kepada dekan untuk mendapatkan pengesahan;

4.   Kepengurusan sebagaimana dimaksud pada huruf a ditetapkan dengan keputusan dekan;

5.   Dekan melantik kepengurusan BEMF.

 

C. Tugas dan Fungsi

BEMF mempunyai fungsi :

1.    Menyusun dan melaksanakan program kerja yang telah ditetapkan dalam Garis-garis Besar Program Kerja (GBPK) yang telah disetujui dan ditetapkan oleh DPMF;

2.    Merencanakn, melaksanakan dan mengkoordinasikan program kegiatan kemahasiswaan di tingkat fakultas;

3.    Mewakili orgaisasi kemahasiswaan untuk mengikuti kegiatan di luar fakultas;

4.    BEMF dalam melaksanakan kegiatan kemahasiswaan baik pengurus atau panitia harus mendapat persetujuan pimpinan fakultas;

5.    Sebagai wadah dan sarana komunikasi mahasiswa;

6.    Sebagai wadah sarana pelaksanaan kegiatan kemahasiswaan di bidang   ekstrakulikuler .

 

D. Hak dan Kewajiban          

BEMF berhak :

1.   Menyampaikan usul dan pendapat kepada pemimpin fakulitas sesuai dengan kode etika mahasiswa;

2.   Mengkoordinasi dengan BEMU dalam menjalankan tugas dan fungsi;

3.   Memperoleh dana untuk pelaksanaan program kerja ;

4.   Menyetujui program yang diusulkan oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) yang ada di lingkungan fakultas.

BEMF  wajib :

1.   Mentaati peraturan perundang-undangan dan etika yang berlaku di fakultas maupun di universitas;

2.   Menciptakan situasi dan kondisi yang kondusif dalam melaksanakan kegiatan kemahasiswaan;

3.   Menyampaikan laporan pelaksaan kegiatan kepada dekan Cq. Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni.

 

E. Masa Bakti, Pemberhentian dan Penggantian Pengurus Organisasi

1.   Dekan memberhentikan pengurus BEMF dengan keputusan Dekan;

2.   Dalam keadaan tertentu/overmach untuk keperluan lembaga kemahasiswaan ketua BEMF dapat melakukan penggantian  pengurus antar waktu (PAW);

3.   Dekan menetapkan penggantian Antar Waktu (PAW)BEMF dengan keputusan Dekan.

 

IV. HIMPUNAN MAHASISWA PROGRAM STUDI (HMPS)

A. Kedudukan, Tugas, dan Fungsi

1.   HMPS berkedudukan di tingkat program studi;

2.   HMPS membina dan mengembangkan profesi dan bidang keilmuan mahasiswa sesuai dengan Program Studinya;

3.   HMPS bertugas melaksanakan kegiatan pengembangnan bidang keilmuan,profesi dalam lingkungan program studi;

4.   HMPS mempunyai fungsi sebagai wadah penyaluran aktivitas mahasiswa dalam lingkungan program studi;

5.   HMPS dalam melaksanakan kegiatannya paling tidak mendapatkan persetujuan ketua program studi

 

B. Hak dan Kewajiban

1.   Pengurus HMJ/HMPS mempunyai hak;

2.   Menyampaikan pendapat usul kepada pimpinan program studi,dan atau BEMF;

3.   Mendapat pembinaan, pembimbingan dan pendampingan dari Pembina;

4.   Berkoordinasi dengan BEMF dalam melaksanakan kegiatan;

5.   HMPS bertanggung jawab secara kelembagaan kepada dekan melalui   pimpinan program studi;

6.   Secara fungsional bertanggungjawab kepada mahasiswa dalam lingkungan program studinya yang mekanismenya akan diatur oleh peraturan di tingkat fakultas

 

C. Masa Bakti, Pemberhentian, dan Penggantian

Masa bakti keperngurusan semua organisasi kemahasiswaan adalah selama 1 tahun untuk jabatan ketua tidak dapat dipilih kembali untuk periode berikutnya

Pengurus Organisasi Kemahasiswaan diberhentikan karena :

1.        Masa jabatannya berakhir;

2.        Meninggal dunia;

3.        Mengundurkan diri;

4.        Melakukan pelanggaran terhadap peraturan yang berlaku;

5.        Tidak menjalankan tugasnya sebagai pengurus;

6.        Telah lulus dan dinyatakan yudisium;

7.        Tidak memenuhi persyaratan sebagai pengurus lembaga kemahasiswaan

8.        Melakukan perbuatan yang mencemarkan nama baik lembaga;

9.        Apabila pengurus Organisasi kemahasiswaan berhenti sebelum berakhir masa jabatan, ketua Organisasi kemahasiswaan dapat melakukan penggantian pengurus anata waktu (PAW);

10.    Dekan menetapkan PAW pengurus organisasi kemahasiswaan dengan keputusan dekan;

11.    Mekanisme PAW ditentukan di internal organisasi kemahasiswaan;

12.    Dekan/Pimpinan Unit memberhentikan pengurus HMJ/HMPS dengan keputusan Dekan/Pimpinan;

13.    Dalam keadaan tertentu untuk keperluan lembaga kemahasiswaan,ketua HMJ/HMPS dapat melakukan penggantian pengurus antar waktu HMJ/HMPS ynga ditetapkan dengan Surat Keputusan

 

D.  Prosedur Pembentuakan Organisasi

1.        Pembentukan HMPS dilakukan melalui pemilihan secara langsung oleh mahasiswa di tingkat program studi;

2.        Mekanisme pembentukan HMPS sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur lebih lanjut dengan peratutan mahasiswa di tingkat fakultas;

3.        Ketua HMPS mengajukan susunan pengurus HMPS kepada dekan untuk mendapatkan pengesahan

4.        Kepengurusan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan dengan keputusan dekan;

5.        Dekan melantik pengurus HMPS

 

V. PEMBIAYAAN

1.      Pembiayaan untuk kegiatan organisasi kemahasiswaan di tingkat universitas bersumber dari anggaran universitas dan sumber lain yang sah dan tidak mengikat

2.      B.    Pembiayaan untuk kegiatan organisasi kemahasiswaan di tingkat Fakultas/unit bersumber dari anggaran fakultas/unit dan sumber lain yang sah dan tidak mengikat

3.      C. Penggunaan dana dalam kegiatan organisasi kemahasisswaan wajib dipertanggung jawabkan sesuai dengan mekanisme administrasi keuangan dan peraturan yang berlaku